Kamis, 07 Juli 2011

Dingin dan Semi

Hai, aku pernah mem-publish puisi ini di blog-ku yang satunya :D


Dingin dan Semi

Berapa jam terlewat
Berapa dingin angin menyayat
Betapa teguh, dirinya bersifat
Betapa sakit tercermin oleh semburat, wajahmu wahai akhwat.

Hanya deminya kamu menunggu?
Hanya demi itu, dan kamu buatku terharu
Karenyanya kamu menanti?
Karena itu, dan kamu buatku salut hati

Kawan,
Hentikan.
Ini tak lagi menggelikan.
Hanya karena semua ini kamu bersakit-sakitan.
Hanya karena semua ini, ...
Aah ..

Akankah, kamu menunggu sesuatu yang tak pasti
Di musim dingin ini?
Itu mustahil kau lalui
Itu mustahil.

Akankah, kamu menunggu semua ini
Sampai datang musim semi?
Sungguh menyedihkan bagi diri ini
Untuk menatap keteguhan hati
Yang kau miliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar